Friday, August 7, 2009

MENDAPATKAN DOLLARS ('$) LEWAT INTERNET TANPA MODAL SATU SEN PUN (GRATIS………)???????

HANYA DENGAN KEMAUAN UNTUK MENCOBA &
KESABARAN SEBAGAI MODALNYA DAN TANPA PERLU REKENING PAYPAL, LIBERTY
RESERVE, DLL

* TIPS YANG HARUS ANDA PERHATIKAN ADALAH;
- Satu Nama
- Satu E-mail
- Satu Account &
- Satu IP ( Internet Protokol )
Artinya, anda tidak diperkenankan membuat lebih dari satu nama,
email & account dalam satu IP Langkah-langkah yang harus anda baca
dulu sebelum anda memutuskan untuk bergabung :

1. Klik Link ini
http://link2communion.com/pages/index.php?refid=syasya

2 .Anda akan masuk ke web yang anda klik
3 .Pilih menu Sign Up dan masukan E-mail anda ( email yang valid )
dan klik Continue
4 .Setelah beberapa saat coba cek Email anda dan klik link ( URL )
nya untuk memulai registrasi
5 .Anda akan diminta untuk mengisi data yang benar, karena data
inilah yang akan dipakai untuk payout ( pembayaran )
6 .Untuk Payment Methode, pilih WESTERN UNION ( Jasa transfer uang
yang gak ribet dan gak perlu punya account )

7 .Isi payment ID dengan nama anda sesuai KTP / ID card

8 .Usahakan luangkan waktu untuk cek account anda tiap hari, karena
selalu ada iklan yang bisa anda klik ( PTc ) Paid To click, juga di
inbox nya 3 hari sekali ada iklan yang harus anda klik, karena di
inbox PTc nya lumayan gede lho bila daftar dapat bonus $3500

9 .Semakin anda rajin maka Earnings ( Pendapatan ) anda akan cepat
memenuhi syarat, apabila sudah memenuhi syarat .anda dapat melakukan
Request untuk payout nya
.
10.Untuk Link2Communion syarat earning yg terkumpul sebesar US
$50000

11.Setelah earnings anda mencukupi, anda request untuk payout nya
dengan meng klik Redemption, maka akan terbuka 4 kategori yang akan di
redemp, karena keanggotaan anda gratis pilih yang Free Member
12. Tunggu balesan nya di E-mail anda yang akan berisi :
- Nama Sipengirim
- Nama yang berhak menerimanya
- Kode MTCN ( Money Transfer Controll Number )

13 . Kalau sudah dapat pada point 10, coba Anda print dan bawa ke
Bank yang ada layanan Western Union nya

14 . Pihak bank akan mengkonfirmasikan ke absahan data anda
(makanya saat regristrasi gunakan data yang sesuai dengan KTP anda )

15 . Sudah anda menjadi Jutawan Sekarang…gampangkan… asal mau coba
aja koq.....silahkan share ke temen2 anda dikantor, kuliah, atau
everywhere.. ....gratis koq.....


Good Luck
http://link2communion.com/pages/index.php?refid=syasya

Baca Selengkapnya......

Wednesday, January 21, 2009

HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk- bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut denganbadan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.



Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. " AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...

With Love to All Father " JIKA KAMU MENCINTAI Ayah mu / sekarang merasa sebagai AYAH KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI AYAHNYA & Dan Mencintai Kita Sebagai Seorang Ayah

Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya.... ......... ......... ......... .....

Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang terbaik
Buat keluarga kita........ ......... .........

Baca Selengkapnya......

Agar tidak bersifat sombong dan angkuh

Beberapa panduan Imam Al- Ghazali supaya kita tidak bersifat sombong dan angkuh

1.Jika berjumpa dengan kanak-kanak, anggaplah kanak-kanak itu lebih mulia daripada kita, karena kanak-kanak ini belum banyak melakukan dosa daripada kita.

2.Apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena dia sudah lama beribadat.

3.Jika berjumpa dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena banyak ilmu yang telah mereka pelajari dan ketahui.

4.Apabila melihat orang jahil, anggaplah mereka lebih mulia daripada kita karena mereka membuat dosa dalam kejahilan, sedangkan kita membuat dosa dalam keadaan mengetahui.

5.Jika melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia karena mungkin satu hari nanti dia akan insaf dan bertaubat atas kesalahannya.

6.Apabila bertemu dengan orang kafir, katakan didalam hati bahwa mungkin pada suatu hari nanti mereka akan diberi hidayah oleh Allah dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan diampuni oleh Allah.

Baca Selengkapnya......

SIKAP ORANG BIJAK

Dalam hidup ini, kita dapat merangkum berbagai situasi dalam menghadapi sesama kita menjadi 4 :

1. Jika kita menghadapi orang yang lebih pintar dari kita. Maka itu adalah saat dimana kita menimba ilmu darinya.

2. Jika kita menghadapi orang yang sama pintarnya dengan kita. Maka itu adalah saat dimana kita saling bertukar pikiran
dengannya.

3. Jika kita menghadapi orang yang lebih bodoh dari kita. Maka itu adalah saat dimana kita memberikan ilmu kita kepadanya.

4. Dan jika kita menghadapi orang bodoh namun banyak bicaranya.Maka itu adalah saat bagi kita untuk diam.


Baca Selengkapnya......

Friday, February 22, 2008

TERSENYUMLAH !

Tersenyum mempunyai pengaruh yang kuat untuk membuat jiwa gembira dan bahagia. Rasululloh sendiripun sesekali tersenyum dan tertawa hingga tampak gerahamnya yang putih, sehingga Rasululloh bersabda ; “Tersenyumlah karena senyum itu merupakan shodaqoh “.
Allah SWT menjelaskan tersenyumnya Nabi Sulaiman as, dalam Al-Qur’an surat An Naml ayat 19 ; “Maka dia tersenyum dan tertawa karena mendengar perkataan semut itu, dan dia berdo’a ; Yaa Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu dan bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang engkau ridhoi; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Salah satu ni’mat yang diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman dan mereka menjadi penduduk ahli surga adalah senyum dan tertawa, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Muthaffifin ayat 34 ; “ Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman mentertawakan/tersenyum kepada orang-orang kafir”.
Orang Arab senang memuji manusia yang murah senyum, yang selalu tampak ceria. Menurut mereka perangai yang demikian itu merupakan pertanda kelapangan dada, kedermawanan sikap, kemurahan hati, kewibawaan perangai dan ketanggapan fikiran. Pada dasarnya, Islam dibangun atas dasar prinsip keseimbangan antara aqidah syari’at dan akhlak. Maka dan itu Islam tak mengenal kemuraman yang menakutkan. Karena, muram durja dan muka masam adalah cermin dan jiwa yang galau, fikiran yang kacau, kepala yang rancau. Senyum/tertawa lepas yang tak beraturan akan mematikan hati. Sebagaimana sabda Rasululloh SAW; “Meski engkau menjumpai saudaramu hanya dengan senyum dan wajah berseri”.
Dalam Faidhul Khathir, Ahmad Amin menjelaskan “Orang yang murah tersenyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi juga orang yang paling mampu berbuat, orang yang paling sanggup memikul tanggungjawab, orang yang paling sanggup menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan dan orang yang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain”.
Andai saja saya disuruh memilih antara harta yang banyak atau kedudukan yang tinggi dengan jiwa yang tenteram damai dan selalu tersenyum, pastilah aku memilih yang kedua. Sebab apa artinya harta yang banyak bila wajah selalu cemberut ? Apa arti semua yang ada di dunia ini ?, bila perasaan selalu sedih, gelisah tidak ada kedamaian ? Apa arti kecantikan seorang isteri jika selalu cemberut dan hanya membuat rumah tangga menjadi neraka saja ? tentu saja, seorang isteri yang tidak terlalu cantik akan seribu kali lebih baik jika dapat menjadikan rumah tangga senantiasa senyum laksana surga yang menyejukkan setiap saat.
Senyum tak akan ada harganya bila tidak terbit dari hati yang tulus dan tabiat dasar seorang manusia. Setiap bunga tersenyum, hutan tersenyum, sungai dan laut juga tersenyum. Langit, bintang gemintang dan burung-burung, semuanya tersenyum. Dan manusia, sesuai watak dasarnya adalah makhluk yang suka tersenyum. Itu bila dalam dirinya tidak terkena penyakit tamak, hasad-dengki dan egoisme yang selalu membuat rona wajah tampak selalu kusut dan cemberut. Adapun bila ketiga hal itu meliputi seseorang, niscaya ia akan menjelma sebagai manusia yang selalu mengingkari keindahan alam semesta. Artinya, orang yang selalu bermuram durja dan pekat jiwanya tak akan pernah melihat keindahan dunia sedikitpun. Ia juga tak akan mampu melihat hakikat atau kebenaran dikarenakan kekotoran hatinya. Betapapun, setiap manusia akan melihat dunia ini melalui perbuatan, pikiran dan dorongan hidupnya. Yakni, bila amal perbuatannya baik, pikirannya bersih dan motivasi hidupnya suci, maka kacamata yang akan ia gunakan untuk melihat dunia ini adalah kacamata gelap yang membuat segala sesuatu di dunia ini tampak serba hitam dan pekat.
Tidak ada yang membuat jiwa dan wajah menjadi demikina muram selain keputusasaan. Maka jika anda menginginkan senyuman, tersenyumlah terlebih dahulu dan perangilah keputusasaan. Percayalah, kesempatan itu selalu terbuka, kesuksesan selalu membuka pintunya untuk anda dan untuk siapa saja. Karena itu, biasakan pikiran anda agar selalu menatap harapan dan kebaikan dimasa yang akan datang. Setiap kali kita melihat kesulitan, jiwa seseorang yang murah senyum justru akan menikmati kesulitan itu dengan memacu dia untuk mengalahkannya.
Begitu ia memperlakukan suatu kesulitan; melihatnya lalu tersenyum, menyiasatinya lalu tersenyum dan berusaha mengalahkannya lalu tersenyum. Berbeda dengan jiwa manusia yang selalu risau. Setiap kali menjumpai kesulitan, ia ingin segera meninggalkannya dan melihatnya sebagai sesuatu yang amat sangat besar dan memebratkan dirinya. Dan itulah yang acapkali menyebabkan semangat seseorang menurun dan asanya pun. Berkurang.
Bahkan, tak jarang orang seperti ini berdalih dengan kata-kata; “seandainya”, “kalau saja”, dan “seharusnya ……..” orang seperti ini sangatlah nista. Bukan zaman yang mengutuknya, tapi dirinya dan pendidikan yang telah memebsarkannya. Bagaimana tidak; ia menginginkan keberhasilan dalam menjalani kehidupan ini tanpa mau membayar ongkosnya. Orang seperti ini ibarat seseorang yang hendak berjalan tetapi selalu dibayangi oleh seekor singa yang siap menerkam dirinya dari belakang. Akibatnya, ia hanya menunggu langit menurunkan emasnya atau bumi mengeluarkan kandungan harta karunnya.

Baca Selengkapnya......

BAHAGIANYA SENYUM PERSAUDARAAN

Ukhuwah (persaudaraan) yang sering dibicarakan dan digembar-gemborkan sesungguhnya memiliki implikasi signifikan yang timbul dari pemaknaan ukhuwah / persaudaraan, yaitu ;
Pertama, mukmin dengan mukmin lainnya harus saling tolong menolong untuk taat kepada Alloh, bukan untuk berbuat maksiat. Dalam kaitan ini, Alloh berfirman; “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS. Al-Maidah: 2).
Kedua, adanya solidaritas dan tolong-menolong dalam masalah ketenagaan dan kejiwaan. Dalam satu hadist yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Abu Dawud, Rasululloh menyatakan, “Saya berjalan untuk kepentingan saudara saya sebagai sudara muslim, saya lebih mengikuti untuk menolong saudara saya ini dari pada saya harus I’tikaf di masjid selama satu bulan”.

Ketiga, adanya solidaritas sosial. Seorang mukmin dengan mukmin lainnya haruslah memiliki kesetiaan kepada muslim lainnya. Kesetiaan dimanifetasikan dengan tolong-menolong.
Keempat, solidaritas material. Rasululloh SAW memerintahkan kepada setiap muslim untuk melepaskan problematika material mukmin lainnya. Ketika saudara kita ditindas dan merasa tidak mendapatkan atau memiliki untuk biaya hidup maka kita sebagai mukmin wajib memberikan apa yang dibutuhkannya. Rasululloh SAW bersabda, “Barang siapa yang memebrikan keleluasaan kepada muslim lainnya di dunia, maka Alloh akan memberikan keleluasaan baginya pada hari kiamat nanti “. dalam hadist riwayat Muslim lainnya dinyatakan, “Per-umpamaan mukmin dengan mukmin lainnya di dalam kasih sayang dan tolong menolong adalah bagaikan satu jasad. Kalau ada bagian jasad sakit maka seluruh bagian jasad lainnya itu akan merasa sakit “.
Hakekat senyum persaudaraan akan membawa kepada kebahagiaan. Sebab “sebaik-baik kamu adalah orang yang paling banyak manfa’atnya kepada orang lain”. Hadist ini seolah-olah menyatakan bahwa tidak pantas membuat suatu kegiatan yang dapat merugikan orang lain, karena kehidupan yang manusiawi dan Islami yang sendi-sendinya didasarkan pada rasa persaudaraan, kesetiakawanan, saling percaya, kejujuran dan keadilan. Sendi-sendi inilah yang akan menopang tegaknya kata kehidupan dimana setiap warga masyarakat merasa terlindungi, baik agama, jiwa, keturunan, pendapatan maupun aspirasinya. Kita harus dapat memiliki sifat-sifat yang disebut dengan “Ma Badi’ Khairu Ummah”, membangun persaudaraan dan yang bahagia. Para Ulama mengatakan ada lima sifat dasar dalam menciptakan kondisi tersebut;
Pertama, Al-Shidiq, yaitu umat Islam harus memiliki sifat-sifat kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan.
Kedua, Al-Amanah, yaitu seorang muslim harus menepati janji dan bertanggung jawab terhadap hal-hal yang dipercayakan kepadanya.
Ketiga, Al-‘Adalah, bersikap dan berlaku adil. Al-‘Adalah mengandung pengertian berpihak dan berpegang teguh kepada yang benar, tidak sewenang-wenang dan bertindak sepatutnya serta tidak berat sebelah.
Keempat, Al-Ukhuwah wa Al-Ta’awun, yakni merasa bersaudara dengan orang lain dan timbul kesadaran untuk saling tolong-menolong.
Kelima, Al-Istiqomah, yakni berlaku konsisten dalam kebaikan.

Baca Selengkapnya......

MENGELOLA MARAH DENGAN SENYUM

Rasululloh SAW pernah bernasehat, bahwa segala sesuatu tidak mungkin dapat diselesaikan dengan marah atau bersikap emosional. Bayangkan, pekerjaan apa yang bisa dilakukan dengan marah ?, pasti tidak ada. Segala aktifitas dan kegiatan seperti, ibadah, muamalah, pekerjaan kantor, kegiatan bisnis, kegiatan ilmiah semuanya akan gagal apabila dikerjakan dengan kemarahan, bahkan bisa rusak secara total. Sukses atau gagalnya usaha seseorang, tergantung pada kemampuan dari orang itu untuk mengelola emosi atau nafsu (amarah) nya. Bila ia mampu mengelola nafsu dan emosinya, maka sukses telah berada ditangannya. Sebaliknya bila ia tidak dapat mengelola nafsunya, maka kegagalan telah membelenggu dirinya.

Dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 134; “Yaitu orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang, Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. Manusia dengan segala sifat-sifat kemanusiaannya tidak mungkin menghindari marah. Bahkan marah, sudah menjadi bagian logis dari kehidupan manusia. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang bergaul dan berinteraksi dengan sesamanya. Pergaulan dan interaksi sosial tidak selalu dapat dilangsungkan dengan manis. Ada kalanya mendatangkan rasa suka, tetapi tidak jarang justru melahirkan kejengkelan serta kekecewaan. Pada tingkat tertentu, rasa jengkel dan kecewa mudah berubah menjadi marah. Oleh karena itu, timbulnya marah adalah justru konsekwensi dari kodrat manusia sebagai makhluk sosial.
Namun demikian, kita harus menyadari bahwa marah mempunyai daya detruksi yang besar. Karena marah, orang bisa kalap dan membunuh teman bahkan saudaranya. Lantaran marah, orang bisa menganiaya orang lain. Pada pengertian yang lebih ‘dingin’, marah bisa membuat orang memutuskan hubungan silaturahmi. Marah bisa menyebabkan interaksi menjadi panas dan tegang. Lantaran marah pula, oarang kadangkala lupa duru, lupa posisi dan lupa mengontrol sikap dan prilakunya. Memang marah tidak bisa ditampik, dihindarkan atau dihilangkan sama sekali. Marah tidak bisa dibunuh dan memang tidak perlu dibunuh. Tetapi, marah bisa dikelola sehingga dapat terkendali atau terkontrol.
Pertama, Agama Islam mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kesabaran. Ajaran kesabaran adalah kekuatan pengimbang dan pengendali manusia agar tidak memuntahkan kemarahan secara berlebihan. Dalam sebuah hadist Rasululloh SAW bersabda, “Orang kuat bukanlah yang bisa menjatuhkan seseorang ke tanah, namun orang yang bisa mengendalikan diri ketika dia marah”. (HR. Muttafaq ‘alaih).
Hadist diatas menegaskan bahwa kekuatan seseorang dilihat dari kemampuan internalnya untuk mengendalikan diri ketika marah. Karena sebagai bagian dari nafsu, marah mesti dikontrol sehingga tidak mendatangkan bahaya tambahan yang bersifat eksternal, hubungan antar manusia. Kesabaran dan ketabahan yang sangat kuat, adanya ketaatan dan kemurnian jiwa, adanya kecerdasan emosional dan yang terpenting adalah ketafakuran dalam mengelola amarah.
Kedua, tafakur juga akan bermanfaat untuk mengelola kemarahan karena marah yang berlebihan dan berdaya destruktif, lebih bermuatan emosi dan akibatnya mematikan rasa tafakur. Berkaitan dengan kedua hal tersebut diatas, kita menjadi semakin yakin ajaran tentang kesabaran dan pentingnya tafakur. Nabi Muhammad pernah mengatakan “bahwa, kamu memiliki dua kualitas yang dicintai Alloh; kesabaran dan tafakur yang mendalam”. (HR. Muslim). Namun demikian bukan berarti kita tidak diperbolehkan marah tetapi marah dilakukan pada lokasi yang benar dan dengan ukuran yang tepat, justru kemarahan itu akan bersifat konstruktif, yaitu; marah ketika kita melihat berlangsungnya tata kehidupan sosial yang tidak benar terhadap kemaksiatan, korupsi, penyelewengan, penindasan, dan sebagainya. Sebagai manusia yang beriman, kita patut untuk marah bahkan Nabi mengajarkan dengan jelas terhadap sebuah kemungkaran, kita harus tersentuh untuk mengubahnya, baik lewat tangan (kekuasaan), lewat lisan (serua/himbauan) maupun lewat hati (tidak menyepakati, meski dengan cara diam). Marah seperti inilah yang konstruktif dan memberikan motivasi untuk mencari jalan keluarnya. Marah juga dapat terjadi apabila agama yang kita yakini, mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya. Dalam pengertian ini pula, kita berhak marah jika terjadi pelecehan terhadap nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Menurut Imam Syafi’i ra; “Kalau kondisi seperti diatas dia tidak marah maka dia disebut Himar / Keledai”. Manusia justru dianjurkan untuk marah secara positif, konstruktif dan bertanggung jawab. Bahwa marah bukan datang dari subyektifitas pribadi melainkan lahir dari komitmen untuk membela kepentingan publik dan masyarakat yang terancam kebatilan. Oleh karena itu masalah marah adalah masalah manajemen. Persoalan marah adalah bagaimana mengelola marah secara baik dan benar sehingga senantiasa datang pada tempat yang seharusnya dan dalam ukuran yang semestinya, serba tepat lokasinya dan terukur porsinya serta selalu tersenyum menghadapinya.

Baca Selengkapnya......

MENGHIASI DIRI DENGAN SENYUM IMAN

Filosof Nietzche adalah orang pertama yang berteriak : “Tuhan telah mati”. Termasuk tuduhan : “Tuhan tidak adil” adalah terlalu biasa buat telinga manusia. Orang sering merasa “Tuhan telah mati” karena disaat-saat sulit, Tuhan tidak segera turun tangan. Tuhan, menyebutkan diri-Nya dengan tegas; diri-Nya kekal dan terus menerus terjaga, tidak pernah mengantuk, tidak pernah tertidur, apalagi mati. Yang mati itu adalah ‘hati’ manusia yang ‘kosong’ dari harapan akan kebaikan-Nya. Yang tidak adil itu adalah ‘persepsi’ dan ‘prasangka’ manusia yang terjauhkan dari hidayah-Nya dan hanya melihat Tuhan cuma pandai ‘bermuka masam’ tetapi tidak pandai ‘tersenyum simpul’. Yang merasakan Tuhan ‘mengantuk’ dan ‘tertidur’ adalah ‘kealpaan’ manusia yang tidak sudi mengambil pelajaran dari suatu peristiwa.

Setiap peristiwa pasti memiliki ‘manfaat tersembunyi’. Kadang, tampak tak adil di permukaan mata, tetapi siapa tahu justru ia menyimpan ‘ keadilan tersembunyi’ yang hanya bisa diketahui di belakang hari. Sungguh, dalam keadaan seperti itulah Tuhan ingin menunjukkan siapa yang ‘buta’ dan siapa yang ‘melihat’, siapa yang ‘tertidur’ siapa yang ‘ terjaga’ siapa yang ‘ bermuka masam’ dan siapa yang ‘tersenyum simpul’. Patutlah kita sekarang untuk merenungkan diri sampai dim ana tuntutan iman yang dapat kita laksanakan dalam hidup ini. Sesuai dengan kadar iman yang kita miliki. Renungan demikian telah dialami pula oleh Nabi Ibrahim sebagaimana tersebut dalam QS. Al-An’am 75-79, yang berbunyi; “Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) dilangit dan dibumi, dan (Kami memperlihatkan-Nya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata : “saya tidak suka kepada yang tenggelam”. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”. Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: “inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”, maka tatkala matahari itu lebih terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan aku bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”.
Salah satu kontribusi psychology contemporer yang kini banyak dikaji oleh kalangan agamawan adalah temuan mengenai perbedaan cara kerja, otak bagian kiri, otak bagian kanan. Cara kerja otak kiri cenderung Linear, Matematis, Kuantitatif, Repetitif dan melihat persoalan secara parsial. Sementara itu otak kanan bekerja secara Inovatif, Contemplative, Sintetis dan melihat persoalan secara Holistik atau Komprehensif. Nabi Muhammad SAW yang tumbuh dengan keseimbangan kemampuan otak kiri dan otak kanan yang mengarahkannya menjadi manusia yang Realistis, karena beliau bekerja keras seperti manusia lainnya. Pada saat yang sama beliau juga punya kesanggupan untuk melawan gravitasi fisikal. Dengan cara berkontmplasi dan senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh SWT sehingga nyaris secara sempurna, hanya dalam waktu relatif singkat, 25 tahun dalam senyum dan perjuangannya. Yang hampir-hampir saja menyeret Nabi pada sikap frustasi dan putus asa, akan tetapi dengan sikap jiwa yang selalu berusaha untuk bersih, senyum dari interest pribadi, yang dipertajam dengan kontemplasi dan dzikir kepada Alloh maka akhirnya beliau memperoleh visi spiritualitas yang mencerahkan hidup.
Dalam kehidupan kita yang penuh kesibukan ini, patutlah kita merenungkan diri, sampai dimana tuntutan iman yang baru kita laksanakan. Sebagai pedoman dari kadar iman yang kita miliki, marilah kita simak keterangan Alloh SWT dalam Al-Qur’an: “Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih cepat berbuat kebaikan dengan izin Alloh. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar”. (QS. Fathir: 32).
Ayat tersebut, disamping menjelaskan tingkatan iman yang dimiliki seseorang; juga merupakan dorongan bagi orang yang beriman untuk selalu meningkatkan diri sampai mencapai tingkatan iman yang sempurna. Meningkatkan iman berarti meningkatkan kerja atau amal shalih, dimana pada kerja keras atau amal shalih itulah terletak kwalitas manusia, dan kepada, mereka pula dipercayakan Alloh untuk mengatur alam semesta ini. Ada tiga tingkatan mukmin yang disebut dalam ayat tersebut ; Pertama, tingkatan Zhalimun Li Nafsihi. Kedua, tingkatan Al-Muuqtashid. Ketiga, tingkatan Sabiqun Bi Al-Khairat.
Tingkatan iman yang paling rendah ialah tingkatan Zhalimun Li Nafsihi, orang yang aniaya atas dirinya, yaitu orang yang tidak setia dengan apa yang dikatakannya, dan apa yang diyakini oleh hatinya. Perbuatannya tidak sama dengan perkataannya. Dalam kehidupannya sehari-hari, banyak bicara dan rencana, tetapi sedikit berbuat dalam pelaksanaannya. Banyak ancaman Al-Qur’an atas sikap yang demikian diantaranya ayat yang berbunyi : “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ?. Amat besar kebencian di sisi Alloh bahwa kamu katakan apa yang tidak kamu kerjakan”. (Asshaf, ayat 2-3).
Tingkatan iman yang kedua ialah tingkatan Al-Muqtashid, yaitu seorang mukmin yang dalam beramal, membatasi diri pada hal-hal yang fardhu atau yang diwajibkan saja. Ia mengerjakan shalat, puasa, berzakat dan naik haji. Akan tetapi tidak terpanggil untuk melakukan amal-amal sosial yang menguntungkan kemanusiaan. Setiap pekerjaannya selalu dihubungkannya dengan keuntungan pribadi. Ia tidak mau melakukan hal-hal yang tidak dilihatnya beruntung buat dirinya.
Tingkatan iman yang ketiga ialah yang disebut dengan Sabiqun Al Khairat, yaitu seorang mukmin yang dalam beramal dan bekerja tidak membatasi diri [ada hal-hal yang fardhu saja, akan tetapi selalu bekerja dan terlibat dalam usaha-usaha kemanusiaan. Dalam masalah ibadah, selain yang fardhu, ia juga melakukan ibadah sunnah, seperti shalat sunnah, puasa sunnah dan sebagainya. Dalam masalah zakat, selain yang diwajibkan, ia juga tidak segan berinfak. Demikian pula dalam segala kegiatannya, ia selalu bekerja keras dalam usaha-usaha yang membawa kepada peningkatan kwalitas diri dan kwalitas masyarakat lingkungannya. Tingkatan iman yang demikian itulah yang paling tinggi disisi Alloh SWT.

Baca Selengkapnya......

MENGGAPAI SENYUM ALLOH

Kehidupan yang kita jalani, bertujuan untuk memperoleh Ridho Alloh. Ibn Arabi, seorang sufi kenamaan pada masanya, menyatakan bahwa dunia ini tempat mencari dan menggapai Ridho Alloh. Untuk mencapai ridho itu, Alloh SWT memberikan ujian kepada kita, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Oleh karena itu, untuk mencapai Ridho Alloh, bukan persoalan ujiannya yang kita resahkan, tetapi bisakah kita menghadapi ujian itu dengan baik.

Dalam bahasa sufi atau istilah ilmu Tasawuf “Al-Ridho” berarti tidak menentang Qada dan Qadar atau Takdir Tuhan. Tetapi menerima dengan lapang dada dan senang hati segala ketentuan dan kepastian Tuhan baik lahir ataupun batin, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, baik yang rasional karena terjangkau oleh akal ataupun yang irrasional karena menginsyafi keterbatasan akal manusia. Manakala derajat “Al-Ridho” sudah tercapai, ketentraman, kesenangan dan kebahagiaan pasti tercapai.
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini, dimana arus Informasi dan Globalisasi dalam segala aspek kehidupan semakin terasa, masih adakah Relevansi Ridho Alloh untuk kita anut dan kita terapkan dalam kehidupan ? jawabannya masih relevan dan bahkan sangat dibutuhkan dan diperlukan dalam kehidupan. Betapa tidak, dalam kehidupan modern seperti sekarang ini dimana persaingan hidup semakin merajalela, persaingan ekonomi semakin ketat, sulitnya lapangan pekerjaan membuat orang mudah tersinggung, kadang hanya perkara sepele tangan ikut bicara, seluritpun ikut melayang dan nyawa pun hilang. Padahal, seharusnya semakin modern semakin banyak fasilitas, jalan menuju kebahagiaan dan kenikmatan hidup semakin mudah. Tetapi kenapa justru sebaliknya yang terjadi ? jawabnya yang paling inti dikarenakan manusia hanya melihat yang lahir tanpa melihat yang batin. Manusia hanya melihat yang Rasional tanpa melihat yang Irrasional.
Benar firman Alloh SWT yang artinya; “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al-‘Ashr : 1-3).
Dalam ayat diatas ditegaskan bahwa agar tidak sampai merugi dibutuhkan kesabaran. Sabar dalam mengamalkan keyakinan, amalan shalih, disamping sabar dan senang dalam menerima segala sesuatu yang diberikan oleh Alloh SWT kepada kita. Kesabaran itulah yang seringkali menjadikan kita memperoleh keridhaan Alloh SWT.

Baca Selengkapnya......

Wednesday, February 13, 2008

BOLEHKAN MERAYAKAN VALENTINE’S DAY


Valentine kerap dikenal sebagai hari kasih saying. Namun tahukah kamu sejarah valentine itu ? Valentine merupakan hari besar bangsa Romawi yang asal mulanya bernama Lupercalia yang diperingati tanggal 15 Februari. Peringatan itu sebagai penghormatan kepada Juno (Dewa wanita dan perkawinan) dan Pan (Dewa dari alam).
Pada peringatan itu lelaki dan wanita berkumpul, lalu saling memilih pasangan lewat kado yang dikumpulkan dan ditukar. Dan selanjutnya hura-hura sampai pagi. Namun seiring berjalannya waktu pihak gereja memindahkan upacara itu menjadi penghormatan kepada Saint Valentine seorang pendeta Kristen yang tewas dihukum pancung. Dan acaranya berubah menjadi Valentine yang diperingati tanggal 14 Pebruari.
Nah, udah tahukah sejarahnya ! Sekarang tinggal anda yang menyikapinya. Tanya dalam hati anda, boleh ga sih Valentine’s Day itu ? Sesuai ga sama agama kita ? Sesuai ga sama budaya kita ? Semuanya tergantung sama anda

KENAPA VALENTINE HARUS 14 FEBRUARI?

Valentine dirayakan setiap 14 februari sesuai dengan arti kata Valentain

Va berasal dari Fa yang merupakan urutan nada ke-4 dari solmisasi
Do re mi fa
Jadi Fa disini menunjukkan 'empat'

Lent adalah bentuk ke tiga dari kata "Lend" yang dalam basa english
berarti meminjamkan atau dipinjam.
Nahh...dalam pinjam meminjam harus ada unsur 'belas kasihan'
Maka Lent bisa diartikan sebagai 'belas'

Tine berasal dari kata asli twin yang artinya kembar
Kata kembar adalah identik dengan angka 2

Maka kata valentine yang asli katanya berasal dari "Falenttwin"
mempunyai
arti
Fa = empat
Lent = belas
twin = dua
Jadi Empat belas bulan kedua
Alias 14 Februari
Itulah kenapa valentine diperingati setiap tanggal 14 februari

(Hanya orang2 dengan gangguan mental dan orang2 yang mau bunuh diri,
yang
percaya bahwa tulisan ini benar)


:::KENAPA VALENTINE IDENTIK DENGAN COKLAT?

haalaaah...
ini jawabanyya gampang aja
Karena coklat itu romantis..kan asik kalo pas candle light dinner trus
ngasihnya coklat
Coba bayangin kalo ngasihnya nasi tumpeng, kan susah!
Jadinya ga romantis tapi tragis

::: KENAPA VALENTAIN IDENTIK DENGAN PINK?

Sebenarnya bisa aja dijawab:
Kalo pake item2, ntar disangkain dukun
Kalo pake biru2, disangkain satpam
Kalo pake putih2, disangkain pocong
Kalo pake ijo2, disangkain kolor ijo
Kalo pake abu abu, disangkain babu

ya kan?
jadi emang cucoknya warna pink!

:::JIKA APA KITA MERAYAKAN VALENTINE?

satu
Jika ada pasangan alias pacar!
Karena aneh aja kalo makan candle light sendirian, nulis kartu valentine

buat diri sendiri, termasuk ngasih coklat buat diri sendiri sambil
menciumi diri sendiri di depan kaca...
(narsis akut)

Dua
jika punya modal
Karena apa?
Coklat itu mahal, coklat gambar ayam jago aja paling gak uda seribu
rupiah

Belum lagi beli kartu ucapannya, makan malemnya, bunga mawarnya...byuh
byuh byuh...

Ingat..
"cinta itu buta....tapi butuh duit"
heheheheh

::: APA TEMA VALENTINE TAUN INI?

Ada beberapa tema valentain taun ini, yaitu:

valentain dengan bawain coklat 5 kilo digotong sendirian dari jakarta ke bogor
(CAPPEEEE DEEHHH....)

Valentine sambil menikmati singkong yang dikasih ragi
(TAPEEEE DEEHHH....)

Valentine sambil makan sambal merah pedas di mangkuk berbentuk hati
(CABEEEEE DEEEHH....)

Valentine dengan memakai pakaian serba pink. Baju pink, celana pink,
sepatu pink, tutup muka pink, telinga pink dan hidung pink
(BABIIIIII DEEEHHH....)

Ahh...sudahlah
Tambah ga penting aja tulisan ini
Yauda..
Bagi yang merayakan selamat aja, bagi yang memang ga pengen merayakan
ya...santai aja
Tapi buat yang pengen merayakan tapi keadaan belum mengijinkan (baca :
jomblo red.)....semoga cepat mendapatkan pasangan

Ingat prinsip pertama harus jual mahal, sambil berkata "SIAPA GW"
Kalo belum dapet juga diturunkan menjadi "SIAPA DIA?"
Tapi kalo memang belum dapet2 juga turunkan lagi menjadi "SIAPA AJA"
ok!

buat semuanya :
SELAMAT VALENTINE SEMOGA LEKAS SEMBUH!

Baca Selengkapnya......